Skip to main content

Kata Pengantar

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah, Puji syukur Penulis panjatkan Kehadirat Allah SWT yang mana telah menciptakan segala sesuatu di dunia ini berpasang-pasangan, Langit dan Bumi, Siang dan malam, Lautan dan daratan, akhwat dan ikwan (eheemmm😄😄), dan tentunya telah memberikan Nikmat Iman, nikmat Islam dan nikmat kesehatan sehingga Penulis dapat membuat blog ini untuk digunakan dlm hal kebaikan, insya Allah.
Tak lupa pula kita haturkan Shalawat serta Salam keharibaan junjungan alam, Nabiyullah Muhammad Sallallahu'alaihi wassalam, keluarga, beserta sahabat beliau.
Semoga kita semua mendapat syafaat beliau di Yaumil Akhir. Aamiin Yaa Rabbal Alamin.





^Nirmayanti^
Raja Ampat, 27 Maret 2017

Comments

Popular posts from this blog

Untuk A. Muh. Indra Ashary Assir, S.Si.

 Halo Indra (Indra mo dih, karena nu suka dipanggil ini). First of all , Congratulation atas gelar barunya!!! Hmmm, mulai dari mana yah. Btw, jangko ketawai blogku, jangko liat tulisan-tulisannya dan nda mau tongja hapuski jadi jangko buka-buka. Inimo liat wkwkwkwkwkwk. Satu kata yang menggambarkan kau adalah "Jail" , dan keknya semua orang ini di pikirannya tentang kau. Hahahahahaha. Pasti toh weh, kau yang menginisiasi dulu pas tidurka di MKU, suka sekali ko memang kasih malu-malu ka'. Dan weh, bukanji cuma kau punya kenangan buruk ttg saya, kau juga dulu toh kuingat sekali pas masih Ismakeb ki, pas belajar kimor, naik ko menjelaskan ke Ibu Risfah tentang atom-atom dan pas sudah itu, karena dulu masih tinggi minat belajarku, jadi mauka belajar di kau, tapi nda mauko ajarka Hiks. Ih, ternyata sejahat itu ko sama saya. Hahahahahahahaha. Apalagi dihhh.. Kau juga yang inisiasi itu 14 juta yang membuatku dicap sebagai orang kaya, padahal kodong orang miskin ja, nda kayak ka...

Tentangmu..

Lagi-lagi tentangmu.. Tentangmu yg kini tinggal nama.. Hilang.. Hilang dari kehidupanku.. Hilang dari hari-hariku.. Hilang dari kebiasaanku.. Seperti embun pagi di daun bergerigi itu.. datang lalu pergi.. bedanya, embun itu akan kembali esok pagi.. tapi tidak dengan dirimu, kau seperti ditelan planet ini.. bedanya, embun itu tak meninggalkan bekas, tapi kau meninggalkan bekas luka yang mendalam.. Kuharap Kau segera kembali.. Mengisi kembali hari-hariku yang redup sejak kau tinggal pergi.. ^Nirmayanti^ Raja Ampat, 26 Maret 2017

Senja dua tahun lalu

Senja Sejujurnya aku tak suka Senja. senja yang mengantarkanku pada malam yang sunyi. Senja yang membuatku mengingat kembali tentangmu. Senja dua tahun lalu, kau pergi meninggalkanku tanpa alasan pasti. Senja dua tahun lalu, membuatku bagaikan kerang kosong, terombang-ambing di tengah lautan. Senja dua tahun lalu, membuatku seperti tak punya tujuan hidup. sungguh, aku tak suka senja.